Permandian Wakante Tempat yang Paling Hits dikunjungi Usai Lebaran Idul Fitri 2023

97
Image Credit: Instagram.com @tawakaltando

LAWOROKU.COM, MUNA BARAT- Permandian Wakante yang berada di Desa Latugho, Kecamatan Lawa, Kabupaten Muna Barat, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) masih menjadi tujuan masyarakat setempat untuk menghabiskan libur lebaran.

Dua hari usai lebaran, objek wisata tersebut terpantau masih ramai dikunjungi wisatawan.

Terkenal dengan kejernihan airnya yang bersumber langsung dari mata air, pemandian satu ini bisa menjadi alternatif terbaik ketika mendatangi Muna Barat. Para wisatawan tak akan pernah bosan mengunjunginya, saat melihat pesona alam sekitanya yang terasa begitu indah nan menyejukkan. Dijamin pengunjung akan dibuat betah, dan ingin mengunjunginya lagi di lain kesempatan.

Permandian ini berjarak sekitar 20 kilometer dari Raha, ibu kota Kabupaten Muna. Tak kalah dengan tempat wisata lainnya yang ada di Pulau Muna, permandian tersebut banyak menyajikan pemandangan dan keindahan yang unik.

Di sekitar permandian Wakante juga terdapat kolam ikan dan kolam renang untuk anak yang dikelola oleh masyarakat setempat. Bila berkunjung di Kabupaten Muna Barat, jangan lewatkan mengunjungi salah satu objek wisata favorit di Muna Barat ini.

Salah seorang warga Muna Barat, Haerudin mengungkapkan, posisi permandian Wakante cukup strategis untuk menarik pengunjung dari berbagai kalangan.

“Kami datang di sini sudah beberapa kali, tapi ternyata tempat ini sudah banyak berubah dan begitu indah. Apalagi ada kolam-kolam ikan yang di atasnya ada gazebo sehingga menjadi potret keindahan yang estetik,” katanya, Senin (24/4/2023).

Menurutnya, potensi ini seharusnya dikembangkan oleh pemerintah daerah untuk menambah pendapatan asli daerah.

“Ini kan bisa juga menjadi penunjang pendapatan masyarakat sekitar apa lagi di sektor UMKM,” tambahnya.

Salah satu pemuda Desa Latugho, Umar mengatakan, Permandian Wakante menjadi salah satu alternatif pilihan wisatawan mengisi liburan, termasuk usai lebaran Idul Fitri.

“Saat libur seperti ini banyak pengunjung yang datang untuk refreshing,” ujarnya.

Tak hanya menjadi andalan bagi masyarakat setempat, daya tarik destinasi wisata ini sudah tersohor hingga ke luar Mubar, apa lagi pernah dihadirkan beberapa turis asing untuk melihat potensi wisata tersebut.

Salah seorang warga sekitar permandian, Suherman mengatakan, ada banyak potensi yang bisa dikembangkan di Wakante. Selain kolam, tempat ini juga bisa dibuat arena flying fox karena aliran sungainya cukup panjang, serta lapangan perkelahian kuda.

Desa Latugho memang terkenal dengan kudanya. Biasanya saat menjemput tamu khusus, seperti tamu dari pemerintah pusat ataupun provinsi, digelar atraksi perkelahian kuda.