Pj Bupati Muna Barat Akan Segera Mutasi Pegawai dan Pejabat Eselon II

76

LAWOROKU.COM, MUNA BARAT- Penjabat (Pj) Bupati Muna Barat (Mubar) Dr. Bahri, memastikan dalam waktu dekat dirinya akan melakukan mutasi terhadap pejabat dilingkup pemerintah setempat.

Dirinya mengaku telah meminta ijin kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk melakukan penataan birokrasi lingkup Pemerintah Kabupaten Mubar.

“Saya sudah konsultasi di Kemendagri terkait rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Secepatnya kita akan menata birokrasi. Pejabat yang dinonjob kita akan kembalikan pada posisinya sebagai pejabat eselon,” ucap, Dr. Bahri, kemarin.

Bukan hanya menyangkut masalah rekomendasi KASN yang dikonsultasikan. Tetapi termasuk perubahan peraturan daerah (Perda) penambahan empat OPD baru, serta penyetaraan jabatan. Ada jabatan eselon yang berubah menjadi jabatan fungsional.

“Jadi saya lakukan itu atas perintah KASN, perintah Perda, serta penyetaraan jabatan. Sebab, reformasi birokrasi dilakukan tiga hal yakni perubahan struktur organisasi, penyetaraan jabatan dari struktural ke fungsional, serta perubahan tunjangan kinerja. Tiga hal itulah sehingga dilakukan mutasi,”ucapnya.

Ia mengakui, bahwa Pj. Bupati tidak boleh melakukan mutasi. Namun, atas ijin gubernur dan Mendagri, maka mutasi dapat dilakukan. Apalagi ada rekomendasi dari KASN dalam rangka menindaklanjuti perintah undang-undang.

“Saya mengembalikan pejabat yang dinonjob, karena rekomendasi KASN. Pekan ini saya akan lapor KASN. Mereka akan datang di Kendari dalam rangka monitoring dan evaluasi (Monev),”ujarnya.

Dr. Bahri menegaskan mutasi yang akan dilakukan nanti, mengembalikan posisi pejabat yang dinonjob pada jabatan yang sama atau setara. Sebab jika birokrasi tidak tertata, maka realisasi anggaran terhambat.

“Kalau rotasi jabatan kemungkinan pasti ada. Kita lihat sesuai kompetensinya. Tetapi tidak boleh ada yang di nonjob. Jangan matikan dapurnya orang. Dosa kita,”tuturnya.

Pengganti Achmad Lamani itu juga membantah jika sudah ada nama-nama kabinet yang akan dilantik, termasuk yang tergeser. Nama-nama yang beredar dimedia sosial itu katanya, hoax alias tidak benar.

“Pastinya, tidak ada yang dinonjob. Sangat berdosa kita menghakimi seseorang tanpa ada kesalahan. Saya sudah minta sama pak Sekda selaku Baperjakat untuk menyusun komposisi birokrasi,”terangnya.*(ASN)