Pj Bupati Muna Barat Serahkan Bibit Bawang Kepada Kelompok Tani

38

LAWOROKU.COM, MUNA BARAT- Bupati Mubar, Bahri mengatakan pemerintah daerah menyerahkan bibit bawang merah kepada kelompok tani dalam rangka pengendalian inflasi. Dalam pengendalian inflasi ini, ada enam langkah yang wajib dilaksanakan salah satunya dengan gerakan tanam cepat panen.

Gerakan tanam cepat panen yang diambil adalah komoditas pangan yang menyumbang inflasi di Mubar, salah satunya bawang merah ini. Bibit bawang ini berasal dari daerah yang telah melakukan penandatangan kerja sama antar daerah seperti Enrekang dan Bima.

“Jadi, hari ini kita menyerahkan bantuan bibit bawang merah. Bibit yang kita siapkan 7,2 ton. Sementara untuk lahan yang disiapkan kurang lebih 10 hektare yang tersebar di tiga wilayah besar,” kata Pj Bupati Mubar, Bahri ditemui usai menyerahkan bibit bawang merah kepada para kelompok tani.

Kata Direktur Perencanaan Anggaran Daerah, Kemendagri ini, nantinya para petani didampingi penyuluh dan tenaga ahli teknologi yang didatangkan dari Bima akan membuat demplot untuk membudidayakan bawang merah ini.

“Di Mubar banyak lahan tidur yang bisa dikembangkan, dan kita coba mengembangkan potensi bawang merah. Sebab, kultur tanah di Mubar dan di Bima sangat mirip,” ujarnya.

Dia menambahkan dari 7,2 ton bibit bawang merah ini seluruhnya merupakan bibit pilihan. Dari 7,2 ton ini akan diberikan masing-masing kelompok 1,2 ton untuk luas lahan satu hektare.

“Jadi, satu hektare lahan ini akan disiapkan 1,2 ton bibit bawang merah. Jika budi daya bawang ini berhasil akan menghasilkan minimal 9 ton bawang merah. Kita berharap budidaya bawang merah di Mubar berhasil dan Mubar dapat menjadi salah satu daerah penghasil bawang merah,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian (Distan) Mubar, Nestor Jono mengungkapkan

Anggaran yang disiapkan sekitar Rp400 juta yang berasal dari dana BTT. Jika ditotalkan masing-masing kelompok mendapatkan anggaran Rp80 juta hingga Rp90 juta.

“Jadi, dana yang dibantu ini bukan hanya untuk bibit bawang saja. Tetapi juga dibantu mulai dari saprodi, pupuknya, HOK (orang yang menanam dan memanen dibayar), pestisidanya. Dari pra panen hingga pasca panen sesuai intruksi Pj Bupati Mubar, Bahri dilakukan intervensi,” ucapnya.

Kata Nestor, kelompok tani dari enam desa ini nantinya akan terus didampingi oleh penyuluh pertanian dan tenaga ahli teknologi.

Kepala Desa Umba, La Ode Alwi sangat menyambut baik program prioritas Pj Bupati Mubar, Bahri dalam melakukan penanganan inflasi ini. Apalagi, komoditas pangan seperti bawang merah ini salah satu yang menyumbang inflasi di Mubar.

Kata dia, Desa Umba merupakan salah satu desa yang ditunjuk sebagai daerah budidaya bawang merah.

“Budi daya bawang merah baru di Mubar. Kami menyambut baik program ini. Selama ini, petani kita kurang terarah dan kurang teratur. Saat ini, pemerintah daerah telah membimbing petani kita untuk bertani fokus salah satunya budi daya bawang merah ini,” ucapnya.

Dengan budidaya bawang merah ini, Alwi berharap dapat memacu dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Mubar, khususnya di desa Umba. Kata dia, selama Bahri menjabat sebagai Pj Bupati Mubar banyak program-program yang menyetuh langsung pada masyarakat dan itu sangat terlihat.

“Budi daya bawang merah ini, kami (Desa Umba) diberikan bantuan sebanyak 1,2 ton untuk lahan yang kita siapkan satu hektare. Untuk budi daya bawang ini, kita juga sudah diberikan bantuan seperti jonder, kultifator dan lainnya,” tuturnya.