TNI AL Tepis Tuduhan Perwira Minta Uang Sogokan Rp5,4 Miliar untuk Bebaskan Kapal Asing

38
TNI AL Tepis Tuduhan Perwira Minta Uang Sogokan Rp5,4 Miliar untuk Bebaskan Kapal Asing
Pangkoarmada I Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah buka suara menepis tudingan adanya perwira yang minta uang sogokan miliaran rupiah. /Dispen TNI AL

TanoBatakNews – Belakangan sempat heboh beredar kabar bahwa seorang perwira TNI Angkatan Laut (AL) menerima suap sebesar Rp5,4 miliar demi membebaskan kapal asing.

Berita tersebut sempat beredar secara luas lewat sebuah media asing yang menyebutkan bahwa MT Nord Joy berbendera Panama dibebaskan kembali dengan sogokan dari kesatuan TNI AL.

Mendengar kabar tersebut, Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah langsung membuka suara dan memberikan keterangan, menurutnya berita yang beredar adalah misinformasi.

“Isu yang berkembang berupa adanya upaya negosiasi yang dilakukan oleh oknum perwira TNI AL dalam beberapa pemberitaan media (asing) sangat kami sesalkan dan sungguh tidaklah berdasar,” kata Arsyad Abdullah dalam konferensi pers, Selasa 10 Juni 2022 di Mabes TNI AL, Jakarta.

“Telah terjadi berulang kali tanpa ada yang dapat memberikan bukti atas tuduhan yang telah dibuat dan disebarkan melalui media (asing) sehingga kami menganggap ini sebuah upaya mendiskreditkan TNI AL sebagai sebuah institusi penegakkan kedaulatan dan hukum di laut,” ucapnya, membantah dengan tegas berita tersebut.

Menurut Arsyad, kini kapal milik negara dari benua Amerika Latin itu tengah menjalani pemeriksaan yang dilakukan oleh pihaknya.

Hingga kini, TNI AL lewat armada KRI Sigurot-864 sudah mengamankan kapal Panama yang terduga melakukan lego jangkar di Kepulauan Riau (Kepri).

Menurut TNI AL, modus lego jangkar sudah tak asing. Sejumlah kapal sengaja melakukannya untuk menghindari pembayaran biaya lego kepada otoritas pelabuhan di Kepri, Sumatra.

Selain itu, peletakan Lego jangkar seperti itu menurutnya memunculkan beberapa kemungkinan kerugian yang dialami oleh Indonesia, antara lain dari segi ekonomi, sampah yang mengakibatkan pencemaran dan rusaknya ekosistem laut di perairan teritorial.

Dalam proses pemeriksaan, Mabes TNI AL juga terus memantau prajuritnya untuk tidak melakukan tindakan-tindakan terlarang, seperti melakukan pungutan liar yang heboh diberitakan media asing.

“Tentunya bila dalam investigasi ditemukan oknum perwira TNI AL yang terbukti telah melakukan negosiasi dalam proses penyelidikan dan penyidikan terhadap MT Nord Joy maka kami akan melakukan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku baik dalam disiplin keprajuritan maupun pidana,” ucap Arsyad Abdullah kembali menekankan.***