Upacara HUT Muna Barat Ke-8, Sejumlah Tokoh Pemekaran Akan Diundang, Ketua Projo: Bisa Menimbulkan Kegaduhan

225
Ketua Projo Muna Barat LM Junaim. (Foto/Istimewa)

LAWOROKU.COM, MUNA BARAT- Besok, Saptu 23 Juli 2022, Pemerintah Kabupaten Muna Barat (Mubar) melangsungkan Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke 8 dan berlangsung dilapangan sepak bola Desa Marobea, Kecamatan Sawerigadi, Mubar.

Dalam kegiatan tersebut dikabarkan ada 34 tokoh pemekaran Mubar bakal menghadiri upacara perayaan HUT tersebut.

Sebelumnya Kabag Protokoler dan Kerjasama Publik Setda Mubar Fajar Fariki mengatakan Pemerintah Daerah saat ini telah mengundang tokoh pemekaran. Ia juga memastikan para tokoh itu akan hadir pada saat upacara perayaan HUT Mubar.

Namun ke 34 nama yang diundang itu belum sepenuhnya final dan ada kemungkinan untuk berubah. Karena untuk menyempurnakan hal itu harus melalui rapat paripurna DPRD yang akan digelar Jumat, (22/07/2022) mendatang.

Dalam rapat paripurna tersebut akan dirangkaikan dengan penetapan naskah sejarah pemekaran daerah untuk digunakan setiap upacara peringatan hari jadi daerah.

“Jumlah ini masih belum final karena ada kemungkinan penambahan,” ungkap Fajar seperti dikutip dari laman Lenterasultra.com

Menanggapi hal itu, Ketua Pro Jokowi (Projo) Mubar LM Junaim menilai inisiatif pemerintah daerah untuk menghadirkan para tokoh pemekaran dalam perayaan HUT Mubar bisa menimbulkan kegaduhan.

Sebab menurut Junaim, masih banyak tokoh dan pejuang yang mengorbankan waktu dan tenaga demi lahirnya DOB Mubar kala itu. Misalnya nama-nama eks aktivis yang masuk sebagai delegasi juga harus diundang.

“Yakin, gejolak baru akan menanti kalau cara berfikir Kabag Protokoler seperti ini,” kata Junaim, jumat, (22/7/2022).

Mestinya di finalisasi dulu aktor pejuang pemekaran sebelum dibacakan di HUT Mubar. Dudukan terlebih dahulu ini persoalan jangan sampai menjadi polemik dikemudian hari,” jelasnya.

“Ini pertaruhan integritas para pejuang. Butuh kajian akademis yang lebih tajam dengan menghadirkan para ahli dan bukti sejarahsejarah,” ucap Junaim.

“Jangan sampai terpeleset pada sesuatu yang tidak kita harapkan. Banyak senior dan yunior yang berjuang tanpa pamrih namun di marjinalkan melalui pernyataan sepihak Kabag Protokoler ini,” tambahnya.

Ia menegaskan, aktor tokoh Pemekaran harus diperjelas, apakah tokoh pembentukan tim pemekaran Tiworo Raya atau tim pemekaran Muna Barat. Banyak fase yang dilalui dan banyak tokoh yang berkontribusi.

Karena ada tokoh pemekaran hanya berkontribusi fikiran tanpa tenaga dan materi, begitu pula sebaliknya ada tokoh yang berkontribusi tenaga dan materi dan ada juga tokoh hanya berkontribusi materi. Semua terlibat, semua berkorban, semua demi DOB Muna Barat,” terang Junaim.

Sejarah jangan dipenggal, jangan diamputasi. Harus terstruktur dan melahirkan dokumen sejarah yang dapat dipertanggung jawabkan,” tutupnya.

 

Laporan: Akhir Sanjaya