Upaya PJ Bupati Mubar La Ode Butolo Tekan Inflasi

40
Penjabat (Pj) Bupati Muna Barat La Ode Butolo

LAWOROKU.COM, MUNA BARAT- Pj Bupati Muna Barat (Mubar) La Ode Butolo terus melakukan upaya pengendalian inflasi.

Minggu pertama sejak dilantik Rabu, 27 Desember 2023 menjadi Penjabat (Pj) Bupati Mubar, La Ode Butolo langsung dihadapkan dengan masalah inflasi.

Daerah yang dimekarkan dari Kabupaten Muna 2014 itu, masuk 10 (sepuluh) besar sebagai daerah tertinggi Indeks Perkembangan Harga (IPH) se-Indonesia.

Berdasarkan data release Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pertanggal, 8 Januari 2024 IPH Muna Barat mencapai 9,23 persen.

Pj Bupati Mubar La Ode Butolo menjelaskan, di Mubar ada tiga Komoditas pangan sebagai penyumbang inflasi, yakni cabai rawit, beras premium, dan udang basah.

Data ini cukup mengagetkan, sebab minggu ketiga Desember 2023, IPH Mubar berdasarkan data Kemendagri masih dikisaran 3,04 persen. Asumsi kenaikan IPH Mubar yang tinggi ditengarai faktor pergantian tahun,” jelasnya.

Laju IPH yang menjulang mendorong dirinya bereaksi dengan sejumlah kebijakan salah satunya mendiagnosis harga pasar.

Ia terus bergerak dari pasar ke pasar guna memastikan harga dan ketersedian pasokan pangan. Selanjutnya, membentuk Rumah Pangan Kita (RPK) di 13 titik yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Kata dia, program RPK merupakan kolaborasi bersama Perum Bulog. Pemda memberi bantuan modal di masing-masing RPK Sebesar Rp 21 juta. Dana itu digunakan RPK untuk membeli beras kepada Bulog.

Selanjutnya dijual kembali kepada masyarakat dengan harga murah dibanding harga pasar. Pemda terus menjamin stok beras tetap tersedia di setiap RPK.

  1. Berikut upaya pemerintah Muna Barat menurunkan inflasi.

Gelar Pasar Murah

Pasar murah pilihan kebijakan berikutnya diambil Pemda Muna Barat. Intervensi dini dilakukan, utamanya pada jenis pangan terdampak, seperti beras, minyak goreng, telur dan beberapa jenis pangan lainnya.

Kegiatan ini berkolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sultra. Berpusat di Lapangan Desa Lapolea, pasar murah digelar berturut selama dua hari. “Semoga gerakan pasar murah ini bisa membantu masyarakat memenuhi kebutuhannya. Paling tidak, daya beli tetap terjaga” demikian kata La Ode Butolo.

Usaha Pemda Mubar berburu IPH berbuah manis. Dua kebijakan, rumah pangan dan pasar murah sangat berdampak turunnya IPH. Minggu kedua Januari, data release Kemendagri sudah turun. Dari 9, 23 persen turun menjadi 3, 94 persen.

Gerakan Tanam Cabai

Melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pemda Muna Barat terus menggenjot inflasi. Meski turun drastis, IPH Muna Barat rupanya masih tergolong tinggi.

Setidaknya belum bergeser dari 10 besar daerah tertinggi IPH. Target keluar tabel 10 besar terus digalakkan.

Upaya selanjutnya, Pj Bupati Mubar melaunching gerakan tanam cabe dengan memerintahkan Dinas Ketahanan Pangan untuk menyediakan bibit cabe guna dibagi kepada masyarakat.

Pemda juga menggerakkan Tim Penggerak PKK, baik di level kecamatan hingga desa untuk berpartisipasi dalam budidaya cabe ini.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Mubar, La Ode Aka menyebut 86 ribu bibit cabe siap dibagi untuk di tanam di lahan pekarangan warga di masing-masing desa dan kecamatan. “Bibitnya sudah disemai. Selanjutnya dipolybag dan siap dibagi”, kata La Ode Aka.

Stok cabai diyakini tidak lagi menjadi masalah. Apalagi, belum lama ini sejumlah petani di Desa Lakabu, Kecamatan Tiworo Tengah sedang panen. Seluas 2,5 hektare kebun cabe dipanen dan siap edar di seluruh pasar di Muna Barat. “Cabai ini salah satu komoditas penyumbang inflasi. Alhamdulillah, dari harga perkilo Rp 80 ribu turun tinggal Rp 50 ribu perkilo”, ungkap La Ode Butolo disela-sela panen Cabe di Lakabu.

IPH Turun 2,02 Persen

Data release terbaru, senin (22/01) Kemendagri menyebut IPH muna Barat sudah 2,02 persen. Buah kerja keras Pemda Muna Barat cukup meyakinkan. Bahkan, La Ode Butolo yakin IPH akan terus turun seiring intervensi secara simultan.

 

Laporan: Akhir Sanjaya