LAWOROKU.COM, MUNA BARAT– Pemerintah Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara, mendapat alokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di lima desa dengan total anggaran sekitar Rp23 miliar.
Lima desa yang menjadi lokasi pembangunan tersebut yakni Desa Lasama, Kecamatan Tiworo Kepulauan, Desa Tanjung Pinang, Desa Latawe, Desa Tondasi, dan Desa Bangko.
Muna Barat menjadi daerah dengan alokasi Kampung Nelayan Merah Putih terbanyak di Sulawesi Tenggara setelah seluruh usulan yang diajukan Pemerintah Kabupaten Muna Barat disetujui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengatakan pembangunan KNMP tidak hanya diarahkan untuk memperbaiki kualitas kawasan permukiman nelayan.
Program tersebut juga diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.
“Kami berharap pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya menghadirkan kawasan permukiman yang lebih baik, tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir,” kata La Ode Darwin.
Hal tersebut disampaikan Darwin saat peletakan batu pertama pembangunan KNMP di Desa Lasama, Kecamatan Tiworo Kepulauan, Rabu (22/7/2026).
Menurutnya, pembangunan KNMP merupakan bentuk sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan kawasan pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan.
Darwin berharap kawasan pesisir di Muna Barat ke depan semakin tertata, produktif, serta memiliki daya saing.
Pemerintah daerah, kata dia, akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai program yang berpihak kepada nelayan dan masyarakat pesisir.
Penguatan kawasan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan hunian, tetapi juga pengembangan ekosistem usaha perikanan melalui penyediaan sarana dan prasarana pendukung.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Muna Barat, Sukarti Lykra, mengatakan keberhasilan Muna Barat mendapatkan alokasi KNMP di lima desa merupakan hasil komunikasi dan koordinasi intensif yang dibangun pemerintah daerah bersama pemerintah pusat.
Menurut Sukarti, program KNMP merupakan program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas kawasan permukiman nelayan sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat pesisir.
“Program KNMP ini merupakan program strategis nasional. Alhamdulillah, Muna Barat mendapat alokasi di lima desa. Program ini adalah hasil sinergi dan komunikasi yang terus dibangun bersama pemerintah pusat atas dorongan Bupati Muna Barat,” ujarnya.
Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di lima desa tersebut dijadwalkan berlangsung hingga Desember 2026.
Pemkab Muna Barat berharap seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai target sehingga manfaat program segera dirasakan masyarakat nelayan.
Di sisi lain, Kepala Pelabuhan Perikanan Samudra Kendari, Andi Mannojengi, mengapresiasi komitmen Pemkab Muna Barat dalam mengembangkan sektor kelautan dan perikanan.
Menurutnya, program KNMP ke depan akan terus dikembangkan melalui dukungan pembangunan infrastruktur penunjang guna meningkatkan produktivitas sektor perikanan.
“Insya Allah ke depan program ini bakal didukung dengan pembangunan infrastruktur penunjang, termasuk fasilitas seperti pabrik es untuk memenuhi kebutuhan nelayan dan meningkatkan nilai ekonomi hasil tangkapan,” jelas Andi.
Dengan dukungan kawasan permukiman yang lebih layak serta tersedianya sarana produksi dan distribusi perikanan, pembangunan KNMP diharapkan tidak sekadar menjadi proyek pembangunan fisik.
Program tersebut ditargetkan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi pesisir yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan masyarakat nelayan di Kabupaten Muna Barat secara berkelanjutan.

