Berkali-kali Ditolak Beasiswa Luar Negeri, Pemuda Mubar Akhirnya Tembus NU Scholarship

Pendidikan5 Dilihat

LAWOROKU.COM, JOMBANG– Berkali-kali gagal mendapatkan beasiswa luar negeri tak membuat Anwar, pemuda asal Kabupaten Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara, menyerah mengejar mimpinya melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

Perjuangan panjang itu akhirnya membuahkan hasil. Anwar dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima NU Scholarship, program beasiswa kerja sama Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Baznas RI.

Sebelum sampai pada titik tersebut, Anwar harus melewati proses panjang. Ia bahkan sempat mengalami kegagalan dalam seleksi beasiswa di tujuh negara.

Perjalanan itu dimulainya sejak Mei 2024. Saat itu, Anwar memilih menghabiskan waktunya untuk memperdalam kemampuan Bahasa Inggris di Kampung Inggris Pare, Kediri.

Kemampuan tersebut dipersiapkannya sebagai bekal mengikuti berbagai seleksi beasiswa perguruan tinggi di luar negeri.

“Dua tahun yang lalu, lebih tepatnya Mei 2024 saya mulai menghabiskan waktu untuk belajar Bahasa Inggris di Kampung Inggris Pare Kediri untuk persiapan tes beasiswa di kampus luar negeri,” kata Anwar kepada NU Online, Jumat (28/8/2026) sore.

Baca Juga Kune:  DPRD Muna Barat Sambangi Kantor Kemenpan-RB Bahas Dua Hal Soal Nasib PPPK

Selama kurang lebih satu tahun, Anwar mencoba mengikuti seleksi beasiswa di tujuh negara. Namun, satu per satu kesempatan tersebut belum berhasil ia raih.

Meski berkali-kali gagal, keinginannya untuk belajar di luar negeri justru semakin kuat.

Anwar mengaku ingin merasakan suasana akademik sekaligus menambah pengalaman belajar di perguruan tinggi luar negeri.

“Beberapa negara yang saya bidik beasiswanya adalah Rusia dan Turki. Karena dua negara ini perkembangan keilmuan saya lihat sangat baik,” ujarnya.

Di tengah perjuangan tersebut, peluang lain datang. Anwar memperoleh informasi mengenai NU Scholarship melalui pesan WhatsApp dari Kampung Inggris Pare, Kediri.

Ia kemudian memberanikan diri mengikuti proses seleksi.

Hasilnya, perjuangan panjang tersebut akhirnya terbayar.

Dari sekitar 500 pendaftar, hanya 50 orang yang dinyatakan lolos sebagai penerima NU Scholarship. Anwar menjadi salah satu nama yang berhasil masuk dalam daftar tersebut.

Keberhasilan itu menjadi pengalaman berharga bagi Anwar. Baginya, kegagalan bukan alasan untuk berhenti, melainkan bagian dari proses menuju keberhasilan.

“Alhamdulillah dari kegagalan ke kegagalan lainnya mengajarkan saya untuk tidak mudah menyerah dan terus belajar, belajar dan belajar,” ungkapnya.

Baca Juga Kune:  Keputusan Final Menteri PANRB! Tenaga Honorer Diangkat Jadi PPPK Paruh Waktu Tahun 2025 dengan 2 Mekanisme Gaji

Anwar mengaku senang sekaligus bangga mendapat kesempatan menjadi penerima NU Scholarship. Program tersebut dinilainya menjadi salah satu jalan untuk mempersiapkan diri menghadapi pendidikan di luar negeri.

Ia berharap program tersebut terus dikembangkan agar semakin banyak anak muda Indonesia memperoleh kesempatan yang sama.

“Saya berharap beasiswa ini terus bisa ditingkatkan sehingga mampu menjangkau banyak penerima. Terutama untuk penerima dari Indonesia Timur ini perlu diprioritaskan dan diberi kuota lebih,” ungkapnya.

Anwar juga berharap kesempatan memperoleh fasilitas pendidikan seperti itu dapat dirasakan lebih banyak pemuda di Mubar.

Menurutnya, pemerataan akses pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan bagian penting dalam mendorong kemajuan daerah.

“Pemerataan SDM adalah kunci kemajuan bangsa,” tegasnya.

Tak berhenti pada NU Scholarship, Anwar juga mengungkapkan dirinya memperoleh beasiswa dari Kementerian Keuangan untuk menempuh pendidikan di Monash University.

“Alhamdulillah saya juga mendapat beasiswa dari Kementerian Keuangan di Monash University,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *