LAWOROKU.COM, MUNA BARAT- Musibah kebakaran menimpa Amsar dan Wa Ode Pelona, warga Desa Wakontu, Kecamatan Wadaga, Kabupaten Muna Barat (Mubar), Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 17.00 Wita.
Sehari setelah kejadian, Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 14.00 Wita, Bupati Muna Barat La Ode Darwin datang langsung meninjau kondisi kedua korban.
Kunjungan itu sekaligus untuk memastikan kebutuhan korban dan bantuan pemerintah dapat segera ditindaklanjuti.
Darwin mengatakan, Pemkab Mubar menyiapkan bantuan perbaikan rumah melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp25 juta untuk setiap rumah.
“Untuk bantuan rumah nanti kami alokasikan di BTT sebesar Rp25 juta per rumah. Jadi, dua rumah itu Rp50 juta,” kata Darwin.
Selain perbaikan rumah, pemerintah juga membantu memulihkan usaha salah satu korban yang memiliki kios.
Pemkab Mubar menyiapkan bantuan Rp20 juta dalam bentuk barang sesuai kebutuhan usaha yang diajukan melalui proposal.
“Dia mengusul apa yang menjadi kebutuhan usahanya. Nanti Dinas Sosial akan mendistribusikan sesuai proposal yang diajukan untuk melanjutkan usahanya,” jelasnya.
Menurut Darwin, bantuan tersebut diberikan agar korban dapat kembali menjalankan kehidupan dan aktivitas ekonominya setelah bencana.
“Misi kami adalah bagaimana membantu masyarakat agar bisa pulih kembali setelah mendapatkan bencana,” ujarnya.
Di sisi lain, Pemkab Mubar mulai memperkuat langkah antisipasi kebakaran menyusul tingginya kasus yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Darwin mengungkapkan, sepanjang Agustus hingga September 2026, sedikitnya 12 rumah telah terbakar.
Penanganan kebakaran masih terkendala keterbatasan armada. Mubar saat ini baru memiliki satu unit mobil pemadam.
Darwin menyebut harga satu unit mobil pemadam sekitar Rp1,4 miliar. Jika anggaran memungkinkan, pemerintah akan memprioritaskan pengadaan tiga unit pada 2027.
Armada tersebut rencananya ditempatkan di Kusambi Besar, Tiworo Raya dan Lawa Raya untuk mempercepat penanganan kebakaran.
“Insya Allah kalau tahun depan ada kelonggaran anggaran, kami akan prioritaskan terlebih dahulu pengadaan mobil pemadam ini,” katanya.
Darwin juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi cuaca panas.
Ia meminta warga tidak meninggalkan kompor atau sumber api tanpa pengawasan serta mengawasi anak-anak agar tidak bermain api.
“Kalau sedang memasak, diperhatikan betul kompornya, dimatikan atau dijaga supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
“Ditingkatkan kewaspadaannya,” tegas Darwin.

