LAWOROKU.COM, MUNA BARAT – Malam ramah tamah dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Muna Barat (Mubar) berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kebersamaan.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi penutup rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Muna Barat untuk menyampaikan refleksi pembangunan sekaligus berbagai capaian yang telah diraih sepanjang tahun 2025 hingga 2026.
Dalam sambutannya, Bupati Mubar La Ode Darwin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Menurutnya, kemerdekaan tidak boleh dimaknai sebatas kegiatan seremonial yang digelar setiap tahun.
Lebih dari itu, kemerdekaan harus menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus membangkitkan semangat seluruh elemen masyarakat untuk terus bekerja, mengabdi dan membangun daerah.
“Semangat kemerdekaan harus kita isi melalui kerja, pengabdian dan pembangunan,” ujar La Ode Darwin.
Ia juga memberikan apresiasi kepada panitia penyelenggara yang telah bekerja keras sehingga seluruh rangkaian kegiatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Muna Barat dapat terlaksana dengan baik.
Apresiasi untuk Paskibraka dan Masyarakat
Pada kesempatan tersebut, Bupati La Ode Darwin secara khusus menyampaikan penghargaan kepada anggota Paskibraka Kabupaten Muna Barat.
Menurutnya, keberhasilan Paskibraka menjalankan tugas tidak terlepas dari kedisiplinan, kerja keras dan tanggung jawab para putra-putri terbaik Muna Barat.
Apresiasi juga diberikan kepada para pelatih dan pembina yang telah meluangkan waktu serta tenaga untuk mempersiapkan para anggota Paskibraka.
Tak hanya itu, Bupati turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Muna Barat yang telah memberikan dukungan dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan.
“Keikutsertaan masyarakat merupakan wujud nyata cinta tanah air dan semangat nasionalisme,” katanya.
Bupati Paparkan Capaian Pembangunan
Di hadapan para tamu undangan, La Ode Darwin kemudian memaparkan sejumlah capaian pembangunan yang berhasil ditorehkan Kabupaten Muna Barat.
Ia menyebut, pembangunan daerah terus menunjukkan perkembangan meski pemerintah daerah masih menghadapi berbagai keterbatasan.
Salah satu indikatornya terlihat dari peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Muna Barat.
Pada 2025, IPM Muna Barat meningkat menjadi 69,18 poin, dari sebelumnya 68,73 poin.
Di sektor ekonomi, pertumbuhan ekonomi Muna Barat pada 2025 mencapai 3,60 persen, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 3,07 persen.
PDRB per kapita juga meningkat dari Rp38,93 juta menjadi Rp40,65 juta.
Sementara itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja meningkat menjadi 75,20 persen.
Kabar baik juga terlihat dari angka kemiskinan yang berhasil ditekan dari 13,38 persen menjadi 12,83 persen.
Kini Rasio turut mengalami penurunan dari 0,318 menjadi 0,308, yang menunjukkan adanya perbaikan pemerataan pendapatan masyarakat.
Tata Kelola Pemerintahan Makin Baik
Capaian juga datang dari sektor tata kelola pemerintahan.
Kabupaten Muna Barat berhasil mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Selain itu, Muna Barat meraih peringkat pertama se-kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara dalam Penghargaan Perencanaan Pembangunan Daerah Tahun 2026.
Muna Barat juga meraih peringkat pertama dalam persentase tindak lanjut rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Bagi pemerintah daerah, capaian tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin efektif, transparan dan akuntabel.
Sektor Kesehatan Dapat Dukungan Rp188,8 Miliar
Sektor kesehatan menjadi salah satu bidang yang mendapatkan perhatian besar.
Kabupaten Muna Barat memperoleh dukungan program pembangunan rumah sakit yang dilengkapi dengan berbagai peralatan kesehatan modern.
Di antaranya CT Scan, Cathlab, Mammography, Sitotoksik, Hemodialisa hingga Foto Rontgen.
Dukungan anggaran untuk pembangunan tersebut mencapai Rp158,3 miliar.
Selain itu, melalui program KJSU-KIA yang mencakup layanan kanker, jantung, stroke, uronefrologi serta kesehatan ibu dan anak, Muna Barat memperoleh dukungan anggaran sebesar Rp30,5 miliar.
Jika digabungkan, total dukungan program kesehatan tersebut mencapai Rp188,8 miliar.
Capaian ini diharapkan semakin memperkuat kualitas pelayanan kesehatan sekaligus memberikan akses layanan yang lebih baik bagi masyarakat Muna Barat.
Pertanian Jadi Prioritas
Sebagai daerah dengan sebagian masyarakat menggantungkan hidup pada sektor pertanian, pembangunan pertanian menjadi salah satu perhatian utama pemerintah daerah.
Melalui dukungan APBN, Muna Barat mendapatkan anggaran sebesar Rp33,59 miliar untuk berbagai program pertanian.
Anggaran tersebut diarahkan untuk sejumlah program, antara lain cetak sawah baru seluas 823,34 hektare, jaringan irigasi air tanah untuk 13 kelompok, embung untuk 11 kelompok tani, dam parit untuk 20 kelompok tani, irigasi perpompaan untuk 40 kelompok tani, rehabilitasi jaringan irigasi tersier untuk 16 kelompok tani serta jalan usaha tani untuk tujuh kelompok tani.
Dukungan juga diberikan dalam bentuk sarana produksi pertanian.
Di antaranya lima unit traktor roda empat, lima unit traktor roda dua, 50 unit pompa air dan 20 unit hand sprayer.
Termasuk benih jagung BISI-2 untuk 2.500 hektare, padi Inpari 32 untuk 920 hektare, kelapa dalam untuk 1.000 hektare serta jambu mete untuk 700 hektare.
Melalui APBD Muna Barat Tahun 2026, pemerintah daerah turut mengalokasikan anggaran Rp250 juta untuk bibit padi dan Rp580 juta untuk bibit jagung.
Di sektor peternakan, pemerintah daerah juga memberikan bantuan berupa 25.000 ekor ayam petelur beserta pakan dan 15.000 ekor ayam potong beserta pakan.
Infrastruktur Jalan Terus Digenjot
Pembangunan infrastruktur jalan juga terus digenjot untuk memperkuat konektivitas antarwilayah.
Melalui APBD 2026, peningkatan Jalan Kambara-Sidomakmur di Kecamatan Tiworo Kepulauan mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp4,3 miliar.
Sedangkan peningkatan Jalan Wapae-Labokolo di Kecamatan Tiworo Tengah dialokasikan sebesar Rp2,7 miliar.
Dukungan pemerintah pusat melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Tenggara juga diarahkan pada lima ruas jalan prioritas.
Ruas tersebut meliputi Jalan Abadi Jaya-Pajala Kecamatan Maginti sepanjang 4,85 kilometer dengan anggaran Rp24,8 miliar.
Kemudian Jalan Kasimpa Jaya-Barangka sepanjang 4,2 kilometer dengan anggaran Rp20,7 miliar.
Selanjutnya Jalan Lafinde-Kampobalano Kecamatan Sawerigadi sepanjang 2,5 kilometer dengan anggaran Rp11,4 miliar.
Jalan Kampobalano-Lombu Jaya sepanjang 1,5 kilometer dengan anggaran Rp7 miliar.
Serta Jalan Kambara-Lasama Kecamatan Tiworo Kepulauan sepanjang 3,9 kilometer dengan anggaran Rp18,5 miliar.
Total lima ruas jalan tersebut mencapai 16,95 kilometer, dengan total anggaran Rp82,4 miliar.
Lima KNMP Dapat Dukungan Rp26 Miliar
Perhatian pemerintah juga diarahkan kepada sektor kelautan dan perikanan melalui pembangunan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).
Lima titik KNMP mendapatkan dukungan pembangunan.
Yakni Desa Bangko sebesar Rp14 miliar, Desa Tondasi Rp3 miliar, Desa Tanjung Pinang Rp3 miliar, Desa Latawe Rp3 miliar dan Desa Lasama Rp3 miliar.
Total dukungan pembangunan lima KNMP tersebut mencapai Rp26 miliar.
Program ini diharapkan dapat memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Bupati: Capaian Ini Hasil Kerja Bersama
Di penghujung sambutannya, La Ode Darwin menegaskan bahwa berbagai capaian tersebut bukan semata-mata keberhasilan pemerintah daerah.
Menurutnya, kemajuan pembangunan Muna Barat merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, kelompok masyarakat serta seluruh elemen daerah.
Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat semangat gotong royong dan bersama-sama mempertahankan kebersamaan dalam membangun Muna Barat.
“Mari kita maknai kemerdekaan dengan Semangat 45: semangat pantang menyerah, semangat bekerja, semangat gotong royong dan semangat untuk terus maju,” tegasnya.
Malam ramah tamah HUT ke-81 Kemerdekaan RI pun menjadi momentum untuk kembali mengingat bahwa perjuangan mengisi kemerdekaan belum selesai.
Jika para pahlawan dahulu berjuang merebut kemerdekaan, maka tugas generasi saat ini adalah mempertahankan dan mengisinya dengan karya nyata.
Bagi Kabupaten Muna Barat, semangat tersebut diwujudkan melalui pembangunan yang menyentuh berbagai sektor, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, kesehatan, pertanian, peternakan, infrastruktur hingga penguatan ekonomi masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, pemerintah daerah bersama masyarakat diharapkan terus bergerak menghadirkan pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat.
Kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan masa lalu, tetapi tentang melanjutkan perjuangan melalui kerja, pengabdian dan pembangunan untuk Muna Barat yang semakin maju dan sejahtera.(Adv)

