LAWOROKU.COM, MUNA BARAT – Kamis pagi, 4 Juni 2026, menjadi salah satu hari penting dalam perjalanan pengabdian Nasir.
Sekitar pukul 10.30 WITA, Aula Sekretariat Daerah (Setda) Mubar menjadi saksi ketika Bupati La Ode Darwin mengambil sumpah dan melantik sejumlah pejabat penting di lingkup Pemerintah Kabupaten Mubar.
Di antara nama-nama yang dilantik, ada Nasir.
Ia dipercaya mengemban jabatan sebagai Kepala Dinas Pemerintahan Masyarakat dan Desa (PMD).
Sebuah jabatan yang mungkin terlihat sebagai posisi struktural di atas kertas.
Namun sesungguhnya, jabatan tersebut menyimpan tanggung jawab besar: mengawal pembangunan dari desa.
Sebab desa adalah wajah paling dekat pemerintah dengan masyarakat.
Di desa, program pembangunan dirasakan secara langsung. Di desa pula berbagai persoalan masyarakat muncul dan membutuhkan respons cepat pemerintah.
Karena itu, ketika Nasir menerima amanah tersebut, yang berpindah bukan hanya jabatan.
Ada tanggung jawab baru yang ikut melekat.
Ada harapan agar pemerintahan desa semakin tertata, masyarakat semakin berdaya, dan potensi desa mampu menjadi kekuatan ekonomi bagi daerah.
Pelantikan itu sendiri berjalan lancar tanpa halangan dan rintangan.
Bupati La Ode Darwin dalam kesempatan tersebut melantik Sekretaris Daerah definitif, empat kepala dinas, serta satu Asisten II Setda.
Ibrahim Rasimu dipercaya sebagai Sekretaris Daerah definitif.
Sementara empat kepala dinas yang dilantik yakni Nasir sebagai Kepala Dinas PMD, Arif Ndaga sebagai Kepala Dinas Kesehatan, Ogo Atfal sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA), serta La Saludin sebagai Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Sedangkan posisi Asisten II Setda dipercayakan kepada Bahar Budiman.
Enam pejabat tersebut kini memikul tugas masing-masing dalam membantu Bupati menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan.
Namun bagi Nasir, tugas itu memiliki medan pengabdian yang sangat luas.
Dinas PMD bersentuhan langsung dengan pemerintahan desa dan masyarakat. Ada penguatan kapasitas aparatur desa, pemberdayaan masyarakat, tata kelola pemerintahan, hingga bagaimana desa mampu mengoptimalkan potensi yang dimilikinya.
Di sinilah tantangan Nasir dimulai.
Ia tidak cukup hanya memastikan administrasi pemerintahan desa berjalan.
Lebih dari itu, desa harus didorong menjadi ruang tumbuh bagi masyarakat.
Potensi ekonomi lokal harus mendapat perhatian. Partisipasi masyarakat perlu diperkuat. Pemerintahan desa harus semakin transparan dan akuntabel.
Semua itu membutuhkan kerja bersama.
Kepala desa, perangkat desa, camat, pendamping desa dan masyarakat menjadi bagian penting dari proses tersebut.
Nasir pun memiliki pekerjaan besar untuk memastikan Dinas PMD hadir bukan sekadar sebagai institusi administratif, tetapi sebagai mitra desa dalam mencari solusi atas berbagai persoalan pembangunan.
Sebab ketika desa bergerak, masyarakat ikut bergerak.
Ketika masyarakat berdaya, pembangunan daerah akan memiliki fondasi yang lebih kuat.
Dan ketika tata kelola desa semakin baik, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah pun akan tumbuh.
Pelantikan pada Kamis pagi itu akhirnya bukan sekadar seremoni.
Bagi Nasir, itu adalah titik awal sebuah amanah baru.
Amanah yang kelak akan dinilai bukan dari seremoni pelantikan, bukan pula dari jabatan yang tertulis di papan nama.
Melainkan dari perubahan yang mampu dirasakan masyarakat.
Dari desa-desa yang semakin maju.
Dari pemerintahan desa yang semakin kuat.
Dan dari masyarakat yang semakin berdaya.
Kini, Nasir telah resmi berada di kursi Kepala Dinas PMD.
Babak baru telah dimulai.
Tinggal bagaimana amanah itu dijawab dengan kerja nyata.

