Gubernur Andi Sumangerukka Ajak Alumni IKA SMAN 1 Kendari Ambil Peran Bangun Sultra, Soroti Pendidikan hingga Kesehatan

Berita6 Dilihat

LAWOROKU.COM, KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka mengajak alumni dan seluruh pemangku kepentingan untuk ikut mengambil peran dalam mendukung pembangunan daerah.

Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di Sulawesi Tenggara.

Hal itu disampaikan Andi Sumangerukka saat menghadiri Pengukuhan Pengurus Ikatan Alumni (IKA) SMAN 1 Kendari periode 2025-2029 di Aula SMA Negeri 1 Kendari, Senin (24/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Andi Sumangerukka secara resmi mengukuhkan jajaran pengurus IKA SMAN 1 Kendari yang dipimpin Andi Ady Aksar.

Prosesi pengukuhan ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan (SK), naskah pengukuhan, pelantikan pengurus hingga penyerahan bendera pataka.

Di hadapan para alumni, Andi Sumangerukka memaparkan sejumlah program dan arah pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.

Ia mengatakan, pemerintah saat ini tengah melakukan penyesuaian program pembangunan dengan kemampuan fiskal daerah.

Kondisi tersebut membuat pemerintah harus menentukan skala prioritas agar anggaran yang tersedia dapat digunakan secara efektif dan tepat sasaran.

Dari delapan program prioritas yang pernah disampaikan saat masa kampanye, Pemprov Sultra kini memusatkan perhatian pada empat sektor utama.

Empat sektor tersebut yakni pendidikan, kesehatan, infrastruktur serta agromaritim berbasis ketahanan pangan.

SMA Unggulan di Setiap Daerah

Di sektor pendidikan, Pemprov Sultra menyiapkan program pembangunan SMA unggulan di setiap kabupaten dan kota.

Berdasarkan hasil kajian pemerintah, SMA Negeri 4 Kendari ditetapkan sebagai SMA unggulan tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara.

Meski demikian, Andi Sumangerukka memastikan SMA Negeri 1 Kendari tetap menjadi perhatian pemerintah.

«”SMA 1 juga ini menjadi perhatian kita,” kata Andi Sumangerukka.»

Ia mengatakan, pengembangan sekolah unggulan nantinya tidak hanya menyangkut pembangunan fasilitas.

Pemerintah juga akan melakukan penguatan kurikulum serta peningkatan kualitas tenaga pendidik.

Kepala sekolah dan guru yang ditempatkan akan dipilih berdasarkan kompetensi dan kebutuhan masing-masing sekolah.

Baca Juga Kune:  Wakil Bupati Mubar Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI

Terkait program beasiswa, Andi Sumangerukka mengatakan pemerintah tetap mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan nomenklatur yang tersedia dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Program beasiswa yang telah tercantum dalam anggaran daerah saat ini adalah program Sultra Cerdas.

Selain itu, Pemprov Sultra juga mempersiapkan pembangunan Sekolah Rakyat tingkat provinsi yang dijadwalkan mulai Oktober 2026.

Pemerintah turut mengembangkan program Sekolah Garuda sebagai bagian dari penguatan sektor pendidikan.

Siapkan Ambulans Laut Gratis

Pada sektor kesehatan, Andi Sumangerukka mengatakan pemerintah menyiapkan layanan ambulans laut untuk membantu masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan.

Menurutnya, fasilitas tersebut penting untuk mempermudah masyarakat mendapatkan layanan kesehatan, khususnya ketika terkendala akses dan transportasi.

Layanan ambulans laut maupun ambulans darat tersebut, kata dia, akan diberikan secara gratis kepada masyarakat.

«”Saya sampaikan kepada dinas, pokoknya ini gratis. Jangan sampai saya dengar nanti ada yang bayar,” tegasnya.»

Selain itu, Pemprov Sultra menargetkan cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan mencapai 95 persen pada 2027.

Pemerintah juga merencanakan pengembangan Rumah Sakit Bahteramas menjadi rumah sakit modern.

Rencana pengembangan tersebut mencakup pembangunan gedung delapan lantai serta penerapan sistem pelayanan satu pintu berbasis digital.

Target Bangun Jalan 40 Kilometer Setiap Tahun

Di bidang infrastruktur, Pemprov Sultra menargetkan pembangunan dan peningkatan jalan sekitar 40 kilometer setiap tahun.

Pembangunan infrastruktur tersebut diarahkan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, terutama kawasan pesisir dan kepulauan.

Pemerintah juga menyiapkan pembangunan serta penyelesaian sejumlah pelabuhan untuk mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi.

Sementara untuk sektor perumahan, pembangunan akan dikembangkan dengan konsep kawasan terpadu.

Pemerintah tidak hanya membangun rumah, tetapi juga menyiapkan berbagai fasilitas penunjang, seperti akses jalan, listrik, layanan kesehatan dan kebutuhan dasar masyarakat lainnya.

Baca Juga Kune:  Bupati Muna Barat Serahkan Bantuan Pertanian, Perkuat Ketahanan Pangan dan Tingkatkan Kesejahteraan Petani Ini Kolono di mana ya

Program tersebut sejalan dengan rencana pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di 61 titik di Sulawesi Tenggara.

Salah satu lokasi yang direncanakan yakni KNMP Sorue Jaya di Desa Sorue Jaya, Kecamatan Soropia.

Di kawasan tersebut, pemerintah merencanakan pembangunan 100 unit rumah.

Untuk tahun 2026, pemerintah menargetkan pembangunan sebanyak 603 unit rumah.

Jumlah tersebut direncanakan meningkat menjadi 1.500 unit rumah pada tahun berikutnya dan akan terus dilanjutkan secara bertahap.

Andi Sumangerukka mengatakan pembangunan kawasan pesisir juga diarahkan untuk mendukung penanganan stunting dan kekurangan gizi.

Upaya tersebut dilakukan melalui perbaikan lingkungan serta peningkatan akses masyarakat terhadap berbagai pelayanan dasar.

Pemerintah Tidak Bisa Bekerja Sendiri

Dalam kesempatan itu, Andi Sumangerukka kembali menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen dalam membangun Sulawesi Tenggara.

Ia mengajak alumni, dunia usaha, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengambil peran.

«”Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita harus melibatkan semua stakeholder yang ada,” ujarnya.»

Gubernur juga meminta para pelaku usaha memenuhi kewajibannya kepada daerah.

Menurutnya, penerimaan daerah yang optimal akan membantu pemerintah membiayai program pembangunan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Ia menyebut penyampaian kondisi dan arah pembangunan Sulawesi Tenggara dalam forum IKA SMAN 1 Kendari tersebut merupakan bagian dari upaya membangun pemahaman bersama.

Selain itu, pemerintah berharap terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah, alumni, dunia usaha dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan daerah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Dewan Pertimbangan IKA SMAN 1 Kendari yang juga mantan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Lukman Abunawas.

Hadir pula Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tenggara, Asisten III Sekretariat Kota Kendari, Kepala SMA Negeri 1 Kendari, serta jajaran pengurus dan alumni IKA SMAN 1 Kendari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *