LAWOROKU.COM, MUBAR — Pagi itu, ruang pertemuan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Muna Barat dipenuhi para kepala desa dan aparatur pemerintahan desa.
Mereka berkumpul bukan sekadar untuk mengikuti rapat. Ada banyak pekerjaan desa yang harus dipersiapkan, direncanakan, dan diselesaikan tepat waktu.
Pesan itulah yang dibawa Asisten I Pemerintahan Setda Muna Barat, Ali Mochtar Jaya, saat mewakili Bupati Muna Barat La Ode Darwin dalam Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Urusan Desa dalam rangka Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa, Senin (28/9/2026).
Ali mengingatkan, waktu tidak boleh menjadi penghambat dalam menjalankan pemerintahan desa.
Perencanaan harus dilakukan sejak awal. Administrasi harus tertib. Koordinasi juga harus terus dibangun agar program yang telah direncanakan tidak berhenti hanya karena persoalan waktu.
“Harapan pemerintah daerah, perencanaan bisa dimaksimalkan, tidak molor sampai tahun anggaran baru kita sudah bisa eksekusi,” kata Ali.
Bagi Ali, pemerintahan desa membutuhkan kerja yang rapi dan terencana. Setiap tahapan harus dipersiapkan sehingga ketika waktunya tiba, program bisa langsung dijalankan.
Ia juga mengingatkan desa yang masih mengalami kekosongan atau ketidaklengkapan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) agar segera menindaklanjutinya.
BPD memiliki peran penting dalam perjalanan pemerintahan desa. Lembaga ini ikut terlibat dalam pengambilan keputusan sekaligus menjalankan fungsi pengawasan di tingkat desa.
Ali kemudian mengingatkan aparatur desa agar lebih berhati-hati dalam menyimpan dan mengelola dokumen administrasi, terutama laporan keuangan.
“Laporan keuangan kita mungkin cuma kertas-kertas, cuma tulisan-tulisan biasa. Tetapi apabila jatuh di tangan orang-orang yang tidak bertanggung jawab, ini yang bisa membahayakan kita semua,” tegasnya.
Pesannya sederhana. Dokumen mungkin terlihat biasa, tetapi di dalamnya tersimpan informasi penting yang harus dijaga.
Karena itu, dokumen penting desa tidak boleh disimpan atau digandakan secara sembarangan. Keamanan dan kerahasiaannya harus menjadi perhatian bersama.
Memasuki musim kemarau, Ali juga mengingatkan pemerintah desa meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan.
Desa diminta aktif memberikan pemahaman kepada masyarakat agar potensi kebakaran dapat dicegah sejak dini.
Sebab, sesuatu yang besar sering kali bermula dari hal kecil.
“Hal yang besar bermula dari hal-hal yang kecil. Itu harus kita antisipasi bersama,” ujar Ali.
Rakor tersebut turut dihadiri para kepala desa se-Mubar, jajaran Dinas PMD Mubar, Kabid Pemerintahan Desa Almawin Susen, Kabid Pembangunan Desa, SDA dan TTG, Umar, serta Koordinator Kabupaten Tenaga Ahli Pendamping Desa Zaitul.
Kepala Dinas PMD Mubar Nasir mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas aparatur sekaligus menyamakan pemahaman dalam penyelenggaraan pemerintahan desa.
“Rakor ini kita laksanakan untuk meningkatkan kapasitas aparatur dan menyamakan pemahaman dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, sehingga administrasi, pengelolaan keuangan, dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan tertib sesuai ketentuan,” ujar Nasir.


