LAWOROKU.COM, KENDARI — Aksi unjuk rasa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kendari di Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (17/9/2026), berujung ricuh.
Aksi saling dorong pecah antara massa mahasiswa dan aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) ketika kader HMI berupaya masuk ke gedung DPRD Sultra setelah tidak kunjung ditemui pimpinan dewan.
Kericuhan terjadi di tengah tuntutan mahasiswa yang mendesak DPRD Sultra mengambil langkah konkret menyikapi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dinilai semakin meresahkan masyarakat.
Puluhan kader HMI sebelumnya bergerak dari Sekretariat HMI Cabang Kendari menuju Kantor DPRD Sultra. Mereka datang dengan agenda utama meminta dialog langsung dengan Ketua DPRD Sultra.
Setibanya di gedung DPRD, massa secara bergantian menyampaikan orasi. Mereka memaparkan keresahan masyarakat terkait sulitnya mendapatkan BBM sekaligus meminta DPRD menjalankan fungsi pengawasan terhadap persoalan tersebut.
Namun, setelah sejumlah orasi disampaikan, pimpinan DPRD Sultra tak kunjung menemui massa.
Situasi kemudian mulai memanas.
Mahasiswa yang merasa tidak mendapatkan respons berupaya merangsek masuk ke dalam gedung DPRD untuk memastikan keberadaan pimpinan dewan.
Upaya tersebut mendapat penghadangan dari sejumlah petugas Satpol PP yang berjaga. Aksi saling dorong pun tidak terhindarkan.
Di tengah situasi tersebut, seorang mahasiswa sempat naik ke atas meja. Ia berupaya menenangkan massa agar tidak terpancing emosi dan meminta rekan-rekannya tetap mengawal aksi secara tertib.
Namun, berdasarkan keterangan massa aksi, mahasiswa tersebut kemudian didorong oleh petugas Satpol PP hingga terjatuh ke lantai.
Peristiwa itu sempat tertutup oleh kerumunan massa. Setelah berhasil keluar dari kerumunan, mahasiswa tersebut diketahui mengenakan baju yang dalam kondisi sobek.
Belum diketahui secara independen penyebab baju mahasiswa tersebut hingga mengalami kerusakan. Pihak Satpol PP juga belum memberikan keterangan terkait insiden tersebut.
Massa kemudian berhasil masuk ke bagian dalam gedung DPRD Sultra.
Namun, bukannya menemukan pimpinan dewan, mahasiswa justru mendapati ruangan pimpinan dan sejumlah ruang kerja anggota DPRD dalam keadaan kosong.
Tidak ada pimpinan maupun anggota DPRD Sultra yang ditemui massa di dalam gedung saat itu.
Salah seorang massa aksi, Darmin, mengatakan pihaknya memperoleh informasi dari petugas Satpol PP bahwa Ketua DPRD Sultra bersama jajaran sedang berada di rumah duka.
Menurut informasi tersebut, pimpinan DPRD sedang melayat salah satu anggota DPRD Sultra yang meninggal dunia pada hari yang sama.
“Satpol PP mengatakan bahwa Ketua DPRD sedang melayat di rumah duka salah satu anggotanya,” ujar Darmin.
Meski demikian, massa HMI mempertanyakan ketidakhadiran pimpinan dan anggota DPRD di kantor saat aksi berlangsung.
Mereka menilai semestinya tetap ada unsur pimpinan atau anggota DPRD yang berada di kantor untuk menerima dan menampung aspirasi masyarakat, terutama menyangkut persoalan kelangkaan BBM yang berdampak langsung kepada masyarakat.
Bagi massa HMI, tidak bertemunya mereka dengan satu pun perwakilan DPRD membuat tuntutan yang hendak disampaikan secara langsung kepada lembaga legislatif tidak tersalurkan.
Setelah tidak berhasil menemui pimpinan maupun perwakilan DPRD Sultra, massa akhirnya membubarkan diri dari gedung legislatif.
Namun, aksi belum berakhir.
Massa HMI Cabang Kendari kemudian bergerak menuju Kantor Wali Kota Kendari untuk melanjutkan penyampaian aspirasi terkait kelangkaan BBM.
Mereka mendesak pemerintah daerah bersama DPRD Sultra mengambil langkah konkret untuk memastikan ketersediaan dan distribusi BBM bagi masyarakat serta memberikan solusi atas keresahan yang muncul di tengah masyarakat.


