LAWOROKU.COM, MUNA BARAT- Bupati Muna Barat (Mubar) La Ode Darwin melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SPBU Bahari Cahaya Endekana, Desa Sukadamai, Kecamatan Tiworo Tengah, Senin (3/8/2026).
Sidak tersebut merupakan tindak lanjut atas keluhan masyarakat terkait panjangnya antrean pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Solar.
La Ode Darwin mengatakan, sidak tersebut dilakukan untuk mengetahui secara langsung penyebab antrean panjang kerap terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, dirinya memperoleh penjelasan dari pihak pengelola SPBU bahwa kuota Pertalite yang dialokasikan untuk SPBU tersebut hanya mencapai 248 kiloliter (KL) per bulan.
Dengan jumlah tersebut, rata-rata ketersediaan BBM subsidi setiap harinya hanya sekitar 8.000 liter, sehingga dinilai belum mampu mengakomodir tingginya kebutuhan masyarakat,” ucap Darwin.
“Setelah kami cek ke pengelola SPBU, rupanya kuotanya dalam sebulan hanya 248 kiloliter. Jika dirata-ratakan dalam sehari hanya kurang lebih 8 ribu liter yang tersedia,” ujarnya di sela-sela sidak.
Menurutnya, jumlah kuota tersebut sudah tidak lagi sebanding dengan kebutuhan masyarakat. Pertumbuhan jumlah kendaraan roda dua maupun roda empat di Mubar terus meningkat dari tahun ke tahun sehingga kebutuhan BBM juga semakin besar.
Karena itu, Pemkab Mubar sebenarnya telah mengusulkan penambahan kuota BBM, khususnya Pertalite dan Solar, kepada BPH Migas sejak tahun 2025.
“Dalam waktu dekat kami akan mencoba melakukan audiensi dengan pihak BPH Migas guna memperjelas permintaan penambahan kuota yang sudah diusulkan sejak tahun kemarin,” jelasnya.
Selain keterbatasan kuota, Bupati Laode Darwin juga menerima masukan dari pengelola SPBU mengenai tingginya peralihan konsumen dari Pertamax ke Pertalite akibat selisih harga kedua jenis BBM tersebut yang cukup jauh.
Menyikapi kondisi tersebut, pihaknya akan mengeluarkan surat imbauan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Mubar agar tidak menggunakan Pertalite sebagai bentuk komitmen mendukung penyaluran BBM subsidi yang tepat sasaran.
“Untuk hal itu, kami akan membuat surat imbauan bagi para ASN agar tidak menggunakan Pertalite. Pertalite adalah BBM subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak menerimanya,” tegas Darwin.
Sebagai solusi jangka panjang, Pemkab Mubar juga akan membuka komunikasi dengan pihak swasta yang berminat berinvestasi membangun SPBU baru di wilayah Mubar,” jelasnya.
Ia menilai, keberadaan hanya satu SPBU di daerah itu menjadi salah satu penyebab utama terjadinya antrean panjang. Kondisi tersebut juga berdampak pada tingginya beban pelayanan dalam memenuhi kebutuhan BBM masyarakat.
Dengan langkah-langkah tersebut, Ia berharap ketersediaan BBM dapat semakin memadai sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dan aktivitas ekonomi berjalan lebih lancar.

