LAWOROKU.COM, JAKARTA- Setelah tak lagi melanjutkan kemitraan dengan maskapai penerbangan yang sebelumnya, Pemkab Muna Barat (Mubar) kini resmi menjajaki kerja sama dengan maskapai Fly Jaya.
Hal itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Bupati Mubar, Laode Darwin, dan jajaran manajemen Fly Jaya di Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam menghidupkan kembali aktivitas penerbangan di Bandara Sugi Manuru, Mubar.
Maskapai Fly Jaya yang baru resmi mengudara sejak tahun 2025 menyatakan ketertarikannya untuk melayani penerbangan ke daerah tersebut.
Direktur Utama Fly Jaya, Ady Aktimah Shihab, mengungkapkan optimismenya terhadap kerja sama yang dibangun bersama Pemerintah Kabupaten Muna Barat.
Menurutnya, Fly Jaya sangat antusias untuk segera membuka layanan penerbangan ke Bandara Sugimanuru.
“Kami sangat tertarik bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Muna Barat dan berharap sesegera mungkin mengudara di Bandara Sugimanuru,” ujar Ady di sela-sela penandatanganan MoU.
Sementara itu, Bupati Mubar Laode Darwin menjelaskan bahwa keputusan memilih Fly Jaya didasarkan pada pertimbangan efisiensi dan keberlanjutan.
Ia menilai kapasitas pesawat Fly Jaya yang hanya memiliki 72 kursi lebih sesuai dengan kondisi pasar penerbangan di Muna Barat dibandingkan maskapai sebelumnya, sehingga skema subsidi yang diberikan pemerintah daerah tidak akan terlalu membebani APBD.
“Tren keterisian kursi dari penerbangan sebelumnya paling sedikit sekitar 50 penumpang. Dengan kapasitas 72 kursi, berarti hanya sekitar 20 kursi yang akan kita subsidi. Insya Allah skema ini tidak terlalu berat bagi APBD,” jelas Laode Darwin.
Ia menambahkan, pada tahap awal pemerintah daerah akan memberikan subsidi kursi selama tiga bulan pertama sebagai bentuk stimulus. Setelah itu, skema dukungan dapat dievaluasi dan memungkinkan beralih menjadi subsidi pendapatan sesuai perkembangan operasional maskapai.
“Mimpi saya, mudah-mudahan pada tahun-tahun mendatang penerbangan ke Muna Barat bisa berlangsung setiap hari. Dulu sebelum masa pandemi Covid-19, penerbangan sempat beroperasi tiga kali dalam seminggu dengan tingkat keterisian kursi yang cukup tinggi,” katanya.
Lebih lanjut, Laode Darwin juga mendorong pihak Fly Jaya agar mempertimbangkan pembukaan rute Muna Barat–Ambon. Menurutnya, rute tersebut memiliki potensi besar karena dapat melayani kebutuhan masyarakat perantau di Maluku, khususnya warga asal Sulawesi Tenggara, terutama dari Muna, Buton, dan Wakatobi.
“Kami berharap rute Muna Barat–Ambon juga bisa diwujudkan karena potensinya cukup besar. Banyak masyarakat Sulawesi Tenggara yang bermukim di Ambon dan sekitarnya sehingga rute ini akan memberikan manfaat yang luas,” ujarnya.
Sebagai informasi, Fly Jaya merupakan salah satu maskapai penerbangan domestik yang mulai beroperasi sejak tahun 2025. Bernaung di bawah PT Surya Mataram Nusantara, Fly Jaya mengusung konsep low cost carrier (maskapai berbiaya rendah) dengan komitmen menghadirkan layanan penerbangan yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.
Melalui kerja sama ini, Pemerintah Kabupaten Muna Barat berharap aksesibilitas wilayah semakin meningkat, mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, perdagangan, investasi, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

